Rabu, 20 Juli 2011

Jerami di Desa Triwarno Tidak di Izinkan Untuk diambil

Para peternak sapi kini benar-benar merasakan dampak musim kemarau. Mereka saat ini kesulitan mencari pakan tenak. Begitu sulitnya mencari rumput segar, jerami sisa panen pun diburu oleh para peternak sapi dari luar daerah. Sudras, 38, warga Brosot, Kulonprogo mengungkapkan, dia terpaksa harus mencari jerami hingga ke Purworejo. Selain kesulitan mencari rumput segar, di daerahnya, musim panen sudah berlalu sehingga sulit mendapatkan jerami.’’Di Kulonprogo kami sudah kesulitan mencari jerami untuk pakan sapi karena musim panen sudah menyusut tajam,’’ kata Sudras sembari mengangkut jerami dari sawah milik warga Desa Wangunrejo, Purwordadi, kemarin (7/7).Sudras menuturkan, setiap dua hari sekali dia harus berburu jerami ke berbagai...

Selasa, 19 Juli 2011

Ritual Konyol Meneror Perangkat Desa

Dipandu Penelepon, Lukai Diri demi Bupati Sejumlah perangkat desa di Purworejo melakukan ritual aniaya diri. Mereka melukai bagian-bagian tubuh dengan pecahan gelas dan pisau. Ritual konyol tersebut dilakukan dengan dipandu seorang penelepon yang mengaku pejabat Pemkab Purworejo. Sejumlah perangkat desa pun menjadi korban. Berikut laporannya.SELASA, 5 April 2011, sekitar pukul 14.00, Kepala Desa (Kades) Triwarno, Kecamatan Banyuurip, Purworejo, W Subagyo, mendapat telepon dari orang yang mengaku pelaksana tugas (Plt) Sekda Purworejo, Drs Tri Handoyo MM. Dari suara dan caranya memanggil, Subagyo awalnya sangat yakin si penelepon adalah Tri Handoyo.”Saya sangat yakin itu seperti suara Pak Tri. Beliau kalau memanggil...

Maklumi Cuaca, Sawah di Triwarno Pantang Dibero, Petani Untung Berlipat

Seorang petani dituntut memiliki sifat pantang menyerah. Termasuk saat mereka diberi tantangan berupa musim kemarau yang kering dan panjang. Mereka pun harus pandai memilih tanaman agar tetap bisa menghasilkan.HENDRI UTOMO, Banyuurip MENSYUKURI apa yang sudah digariskan Tuhan, tidak mengeluh dengan cuaca yang terus berganti dan merasa sayang jika membiarkan sawah bero tanpa tanaman. Terbukti menuai berkah para petani, seperti yang terlihat di Kecamatan Banyuurip.Desa Triwarno misalnya, petani bahkan bisa menikmati hasil sawah melimpah sepanjang tahun. "Di saat wilayah lain menyerah dengan kondisi alam, kami tetap berusaha supaya sawah-sawah kami tidak bero. Berbagai jenis tanaman palawija seperti cabai, melon, dan semangka bisa...

Petani di Triwarno Manfaatkan Sawah Saat Kemarau

Kegigihan petani di Desa Triwarno Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo dalam mengolah sawah selama musim kemarau menuai hasil. Petani setempat kini bisa menikmati hasil melimpah sepanjang tahun, yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan. Kades Triwarno W Subagyo mengatakan, petani bisa menikmati keuntungan berlipat, terus menerus lantaran tidak membiarkan sawahnya bero. "Saat kemarau, petani kami memanfaatkan lahan sawah untuk bertanam melon, semangka, cabai, bahkan padi," ujarnya kepada KRjogja.com, Selasa (21/6). Hampir seluruh sawah milik warganya dimanfaatkan untuk pertanian palawija dan hortikultura saat memasuki kemarau. Desa Triwano memiliki sawah seluas 130 hektare. Hasil berlipat membuat petani semakin semangat memanfaatkan...

Dorong Kemandirian Warga Lewat Swadaya

Kades Triwarno W Subagyo : Sejak menjabat sebagai Kepala Desa Banyuurip,19 Desember 2006, W. Subagyo terus memacu warga untuk membangun wilayahnya melalui gerakan mandiri yang berupa swadaya di segala bidang pembangunan.Tidaklah berlebihan kalau desa yang jumlah pendudukya mencapai 1.515 jiwa dan 90 % menggantungkan hidupnya lewat pertanian mudah diajak bermusyawarah untuk membahas setiap program yang akan dilaksanakan. "Hampir semua kegiatan pembangunan yang ada di desa mendapat dukungan warga lewat pemberdayaan swadaya," papar bapak tiga anak ini mantap. Sejak dipercaya masyarakat untuk menjadi kepala desa, dirinya terus memacu berbagai program yang menyentuh dan yang langsung dibutuhkan masyarakat. Menyadari warganya hampir 90 persen...

Pasar Tradisional Demplo

Tentang Pasar Tradisional DemploWarga disana sering menyebutnya Pasar Demplo, Karena Pasar ini terletak di Dusun Demplo, Pasar ini beroperasi hanya dua kali dalam satu minggu, yakni setiap hari selasa dan hari jum'at.Setiap dua hari tersebut suasana Pasar rame sekali, bukan hanya warga triwarno saja yang berbondong-bondong mendatangi pasar ini, tetapi warga tetangga desa yang lainpun ikut meramaikan pasar Demplo ini. Mereka membeli kebutuhan rumah masing-masing, tetapi kebanyakan mereka mencari sayur-sayuran , kebutuhan dapur dan jajan pasar.Memang di pasar ini kebanyakan pedagang makanan, tetapi ada juga pedagang perabotan rumah tangga, dan pakaian, tetapi jika di banding dengan pedagang makanan dan kebutuhan dapur hanya berbanding 10 dibanding...

Page 1 of 3123Next

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes